Bahrul Hayat


Blog For Free!


Archives
Home
2005 January

My Links
Home
Muka Depan Bahrul Hayat
Agama
Dun7
Nasyid
Berita
Free Email
Software
Tinta Musafir
Guest Book
Massage Forum
Maklumat Umum
Berita Dari Patani
Utusan Patani
Utusan Malaysia
Teras Melayu
Anak Patani
Games

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog


*************** ***************
Al Quran
01.31.05 (12:57 am)   [edit]


click untuk mendengar Al Quran

 
Khutbah Raya
01.24.05 (4:18 pm)   [edit]


Home  Agama  Berita  Nasyid  Software  Lain-Lain




laman web Khutbah Raya Dalam Bahasa Melayu


Kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya yang beriman & taat kepada-Nya


Sifat orang yang bertaqwa kepada Alloh


Khutbah Idul Adha 1424 H


Mari Kita Kembali Ke Pangkuan Islam oleh: H. Abu Hamzah Agus Hasan Bashori, Lc..


Raya Adha

 
Khutbah Jum'at (bahasa Melayu)
01.24.05 (4:10 pm)   [edit]

adab khutbah jum'at oleh  M. Shiddiq Al Jawi


halaman web khutbah bahasa Melayu


 Beramal Dengan Ajaran Rasulullah SAW  oleh:  Tuan Guru Haji Abdul Hadi Awang


 Kerosakan Akhlak Muda Mudi  oleh: Tuan Guru Haji Abdul Hadi Awang


 Islam Jalan Penyelesaian oleh: Tuan Guru Haji Abdul Hadi Awang


 Berhati-hati Dengan Kekufuran oleh: Tuan Guru Haji Abdul Hadi Awang


 Masukilah Pintu Taubat Sebelum Terlambat oleh: Tuan Guru Haji Abdul Hadi Awang


 15 Perkara Penyebab Bencana oleh ...?


 Islam adalah agama yang menentang segala bentuk kejahatan


 Pergunakan lima kesempatan sebelum datangnya lima kesempitan


 Bagaimana cara kita untuk menjaga iman kita agar tetap subur dan jangan sampai goyang1.


Bagaimana cara kita untuk menjaga iman kita agar tetap subur dan jangan sampai goyang2.


Menuju Negeri Yang Damai


Syukur atas Nikmat Allah


Kriteria Dosa


4 Golongan Manusia yang Dimintai Pertangungjawaban Oleh Alloh


Puasa membentuk manusia bertakwa kepada Alloh SAW


Bagaimana cara kita untuk menjaga iman kita agar tetap subur dan jangan sampai goyang3.


 Ilmu, dakwah dan jihad oleh:  Syeikh Muhammad Ash-Shalih Al-'Utsaimin


Dukungan Terhadap Jihad di Palestina oleh:  Dr. Shaleh Bin Muhammad Al-Humaid


Amanah oleh:  AlDakwah.org


Ciri-ciri Akidah Yang Batal


Ad-Din Sebagai Nasihah


Renungan Untuk Remaja Islam


Sifat Zuhud Dalam Peribadi Muslim


Amanah Dan Ikhlas Dalam Pekerjaan


Tanggungjawab Suami Terhadap Isteri dan anak-anak


Islam Payung Perpaduan


Cabaran Terhadap Keimanan Umat Islam


Ketenangan Dan Kebahagiaan Hidup


Pembentukan Kalendar Hijrah


Amaliah Agama Sehari-hari dan Pembentukan Sikap Beragama


PERISTIWA AR-RAJI'


IKTIBAR PEPERANGAN MAZAR


HIMPUNAN KHUTBAH Darul Ulum


koleksi khutbah oleh  Jabatan Agama Islam Negeri Pejabat Agama Islam Daerah Masjid-Masjid (JAKIM)

 
Ajaran sesat
01.23.05 (7:06 pm)   [edit]
Hati-hati kepada umat Islam, jangan sesekali keliru dengan cara ibadat penganut agama Kristian yang baru iaitu KOS. KOS bermaksud Khasanah Ortodoks Syria. Agama ini sekarang sedang berleluasa di Indonesia, tak mustahil boleh tersebar di negara-negara Asean yang lain, terutamanya bila seseorang itu berada dalam keadaan keliru atau mempunyai kepercayaan agama yang lemah. KOS mempunyai cara ibadah dan ajaran tauhid yang sama dengan apa yang digariskan dalam Islam. Sebagai contoh, ibadat solat mereka ialah hampir sama. Mereka juga mengamalkan solat berjemaah dan serta rukun dalam sembahyang mereka mempunyai rukuk dan sujud. Hanya waktu sembahyang dalam KOS saja yang berbeza. Kalau dalam Islam solat lima kali sehari, KOS pula solat tujuh kali sehari iaitu setiap 3 jam.

KOS: Serupa Tapi Tak Sama

Sebuah sekte dalam agama Kristen, praktik peribadatannya nyaris sama dengan Islam. Orang awam sulit membedakan. Kristenisasi gaya baru?

Saat Maghrib telah tiba. Belasan orang di Hotel Sahid Surabaya itu bergegas shalat. Semuanya berkopiah dan dipimpin seorang imam. Jangan keliru, mereka bukan kaum Muslimin yang edang menunaikan kewajiban shalat Mahgrib. Mereka adalah jamaah Kanisah Ortodok Syiria (KOS),
sebuah sekte dalam agama Kristen.

Bisa jadi, orang awam akan terkecoh. Sebab, sekte ini memang sangat mirip Islam. Bukan saja asalnya serumpun, Timur Tengah, tapi juga ritual dan tatacara peribadatannya nyaris sama .

Tengoklah saat mereka shalat. Selain berkopiah dan dipimpin seorang imam, bila berjamaah, juga memakai bahasa Arab. Rukun shalatnya pun nyaris sama. Ada ruku' dan sujud.

Bedanya, bila kaum Muslimin diwajibkan shalat 5 kali sehari, penganut KOS lebih banyak lagi, 7 kali sehari setiap 3 jam, masing-masing dua rakaat. Mereka menyebutnya: sa`atul awwal (fajar/shubuh), sa`atuts tsalis (dhuha), sa`atus sadis (dhuhur), sa`atut tis`ah (ashar), sa`atul ghurub (maghrib), sa`atun naum (Isya`), dan sa`atul layl (tengah malam).

Hal yang sama juga pada praktik puasa. Puasa wajib bagi pemeluk Islam dilakukan selama sebulan dalam setahun, dikenal dengan shaumu ramadhan. Sedang pada KOS disebut shaumil kabir (puasa 40 hari berturut-turut) yang dilakukan sekitar bulan April. Jika dalam Islam ada puasa sunah
Senin-Kamis, pada KOS dilakukan pada Rabo-Jum'at, dalam rangka mengenang kesengsaraan Kristus.




Selain shalat dan puasa, jamaah KOS juga mengenal ajaran zakat. Zakat, dalam ajaran KOS, adalah sepersepuluh dari pendapatan bruto. Tidak sebatas itu saja. Kalangan perempuan pemeluk KOS, juga mengenakan jilbab plus pakaian panjang ke bawah hingga di bawah mata-kaki. Pemeluk
KOS mempertahankan Kitab Injil berbahasa asli Arab-Ibrani: Aram, sebagai kitab sucinya. Model pengajian yang dilakukan pemeluk KOS juga tidak berbeda jauh dengan ala pesantren di Indonesia. Mereka melakukan dengan cara lesehan di atas tikar atau karpet. Ini tidak pernah didapati pada
`pengajian` pemeluk Kristiani di Indonesia yang lazim duduk di atas kursi atau balkon.

Efram Bar Nabba Bambang Soorsena, SH (36), seorang Syekhul Injil (penginjil) KOS yang pertama kali memperkenalkan ajaran KOS di Indonesia, kepada Sahid mengatakan, di antara kedua agama (Islam dan KOS) memang mempunyai kesamaan sejarah, etnis serumpun, dan kultur (budaya). Adanya Pan-Arabisme di Timur Tengah, misalnya, ternyata bukan ansich milik kalangan Muslim. Pemeluk KOS pun, turut memiliki
Pan-Arabisme itu. Salah satunya, kalangan KOS turut menyesalkan sikap Israel yang hingga sekarang ngotot menduduki jalur Ghaza milik penduduk Palestina.

Menurut Prof Dr Nurcholis Madjid, agama Nasrani itu makin klasik makin banyak kemiripannya dengan Islam. "Aliran KOS itu justru lebih murni ketimbang Kristen yang berkembang di Barat," ujar Ketua Yayasan Paramadina asal Jombang yang akrab dipanggil Cak Nur itu.

Sementara Jalaluddin Rahmat, tidak merasa kaget terhadap adanya banyak kesamaan antara Islam dengan KOS. Pada zaman dulu, kata cendekiawan dari Bandung ini, orang-orang Islam di Yordania, Syria, dan Lebanon hidup berdampingan dengan orang-orang Kristen, yang dikenal dengan Kristen Monorit. Mereka melakukan tatacara peribadatan hampir mirip dengan cara beribadah umat Islam.

Dengan banyaknya kemiripan itu, tak heran bila KOS lebih bisa diterima di kalangan Muslim di Indonesia. Setidaknya, setiap bulan KOS diberikan kesempatan tampil dalam 'Forum Dialog Teologis' yang diselenggarakan Yayasan Paramadina, Jakarta. "Kami sangat berterima kasih dan menaruh hormat kepada orang-orang Islam yang bersedia menerima kehadiran KOS dengan lapang hati dan terbuka," ujar Bambang.

Anehnya, di kalangan Kristen sendiri KOS malah kurang bisa diterima, bahkan dicurigai. Tengoklah pernyataan Direktur Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Protestan Departemen Agama RI, Jan Kawatu. Menurut Jan, aliran tersebut belum tercatat dalam komunitas Kristen di Indonesia.




Jan juga mengatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat edaran yang disampaikan kepada para notaris. Isinya, agar mereka tidak mengesahkan berdirinya sebuah yayasan atau lembaga Kristen sebelum mendapatkan izin resmi dari Direktur Bimas Kristen. "Izin itu diperlukan untuk mengetahui siapa mereka, apa tujuannya, dan macam apa alirannya," kata Jan Kawatu seperti dikutip Gatra (14/3/98). Dan, masih menurut Jan, bahwa Bimas Kristen-Protestan sudah menutup pintu bagi aliran baru.

Tetapi, kalangan KOS sendiri agaknya tak mau ambil pusing dengan surat edaran Dirjen Bimas Kristen-Protestan itu. Mereka menilai, pelarangan itu lebih bersifat politis. "Karena di Indonesia telah ada terlebih
dahulu Kristen Ortodoks Yunani. Hanya saja, selama bertahun-tahun tidak menunjukkan perkembangan berarti. Sedang KOS, kendati baru beberapa tahun, tapi cukup bisa diterima masyarakat dan terus berkembang," papar Henney Sumali, SH (37), Ketua Yayasan KOS Surabaya.

Sementara Bambang menambahkan, saling curiga di antara sekte di Kristen itu merupakan penyakit lama. Kristen Timur &emdash;KOS termasuk di dalamnya&emdash; juga menaruh curiga kepada Kristen Barat (umumnya dianut Kristen di Indonesia). Menurut Bambang, Kristen Barat telah
mengalami helenisasi (pembaratan), untuk kepentingan imperialisme.

Terjadinya Perang Salib, misalnya, tetap dicurigai kalangan Kristen Timur hanya semata sebagai kedok Barat yang memakai agama untuk kepentingan imperialisme mereka.

Meskipun Dirjen Bimas Kristen telah menyebarkan surat larangan kepada para notaris, nyatanya KOS tetap bisa mengantongi akte pendirian. Yakni melalui notaris Gufron Hamal, SH, di Jakarta pada 17 September l997. Melalui yayasan inilah, Bambang yang kelahiran Ponorogo ini terus
mensosialisasikan KOS ke khalayak ramai. Yang kerap mereka lakukan adalah lewat kajian-kajian, misalnya melalui 'Pusat Studi Agzma dan Kebudayaan' (Pustaka) di Malang (1990-1992). Kini, kajian itu sudah merambah Jakarta dan Surabaya.

Tetapi soal pengikut, diakui Bambang, memang belum cukup banyak, baru sekitar 100 orang. Tapi kalau simpatisan, sudah mencapai ribuan. Untuk menjadi pengikut resmi KOS di Indonesia belum bisa dilakukan, karena KOS di Indonesia belum mempunyai imam dan gereja. Padahal untuk bisa menjadi
pengikut resmi KOS harus melewati prosedur pembaptisan seorang Imam. Di Indonesia, kata Bambang, yang kini tinggal di Malang, baru bersifat `studi atau kajian KOS`. Sebab itu, untuk sementara ini bagi jamaah KOS yang ingin menjadi pengikut resmi KOS harus melalui prosedur pembaptisan
Abuna Abraham Oo Men di Singapura.





Perbedaan prinsip

Yang disebut simpatisan tadi, sebagian besar berasal dari kalangan Islam. Ini diakui Joko, staf Yayasan Studia Syriaca Ortodoxia Jakarta yang rutin menggelar kajian KOS. `Setiap bulan pengajian KOS di Hotel Sahid Jakarta yang diikuti sekitar 400 orang, sekitar 60% pesertanya
dari kalangan pemeluk Islam,` kata Joko.

Seorang kristolog muda bernama Mashud SM, menilai menyambut baik metode menyebaran sekte KOS. Mereka, kata enulis `Dialog Santri Pendeta` ini, lebih berani tampil terbuka alam wacana intelektual dengan kalangan Islam dan agama ain. Bukannya dengan cara licik seperti memberi supermie atau beras untuk menggaet pengikut baru.

Namun ia mengingatkan, selain banyak kemiripan, antara Islam dan KOS tetap ada perbedaan prinsipil. Kitab suci mereka tetap Injil, meski berbahasa Arab. Nada yang hampir sama diungkapkan oleh seorang mantan pendeta yang kini masuk Islam. "Mereka tetap Kristen, bukan Islam. Kalau
kemudian banyak kemiripan dengan Islam, itu soal metodologi 'dakwah' yang disesuaikan dengan kultur masyarakat setempat. Karena di Syiria mayoritas Islam, agar bisa diterima, mereka pun menyesuaikan dengan kultur Islam," katanya.

Yang tidak habis dimengerti Mashud adalah, kalau memang KOS murni membawa ajaran Nabi Isa as, mestinya mereka percaya kepada Nabi Muhammad saw sebagai penyempurna semua ajaran agama Samawi. "Karena dalam Injil mereka yang asli menyebutkan begitu," katanya. Nyatanya, mereka memang
tidak mengakui peran Nabi Muhammad itu. Kalau mengakui, tentu mereka sudah Islam.

KHASANAH ORTODOKS SYRIA
Lahirnya Paham Ortodoks

Sejarah menyebutkan, paham ortodoks lahir dari perselisihan antara Gereja Alexandria, Gereja Roma, dan Kaisar Konstantin. Puncaknya, pada masa Kaisar Bizantium Marqilanus (450-458 M) seabad lebih sebelum Nabi
Muhammad lahir di Mekkah (571). Kala itu, tepatnya pada tahun 451, diadakan Majma Khalkaduniyah (Konsili Kalkedonia) dalam hal ketuhanan. Buntut dari konsili ini menimbulkan perpecahan di antara gereja-gereja yang sulit disatukan kembali.

Nah, rupanya, sejak inilah umat Kristen terpecah menjadi dua. Di satu pihak berpusat di Roma dan Bizantium, dipimpin Bapa Laon (440-461). Kelompok ini mengakui, al-Masih mempunyai dua sifat: Tuhan dan manusia. Kelompok ini kemudian lebih dikenal dengan Kristen dan Katholik.

Di pihak lain, berpusat di Alexandria dan Antakia di bawah pimpinan Bapa Disqures (444-454 Masehi). Kelompok ini berpegang kuat pada sifat tunggal bagi al-Masih. Mereka tidak setuju dengan aliran Kristen yang mengakui sifat Tuhan sekaligus manusia. Kelompok inilah yang kemudian
dikenal dengan kelompok ortodoks. Nama `ortodoks` dipakai karena berarti: menganut ajaran agama yang dianggap benar, yang asli. Karena itu, penganut ortodoks mencoba untuk hidup secara lurus, sesuai dengan tuntutan awal dari kelahiran agamanya.



Penganut ortodoks sendiri terdiri atas beberapa toifah (komunitas berdasarkan kesamaan kultur, tradisi, bahasa, dan bangsa). Karenanya ada toifah Koptik, Syrian, Armenian, dan Habasah. Sedang aqidahnya sama. Kanisah Ortodoks Syria (KOS) mengklaim punya bukti sejarah, bahwa Injil yang pertama berbahasa Arab Syria. Menurut mereka, bahwa al-Masih
kalangan penganut KOS pantang menyebut Nabi Isa as dengan Yesus seperti lazimnya digunakan penganut Kristen Katholik/Protestan, tetapi lebih suka menyebutnya dengan al-Masih atau Sayyidina Isa al-Masih, berbicara dengan menggunakan bahasa Syria. Injil diterjemahkan ke dalam bahasa Arab pada tahun 643. Hingga sekarang, Injil yang digunakan penganut paham Ortodoks Syria, Irak, Lebanon, dan
Mesir, adalah berbahasa Arab. Memang, antara bahasa Syria dan bahasa Arab terdapat kemiripan dan persamaannya.

Di Indonesia, KOS mulai diperkenalkan secara resmi oleh Bambang Noorsena, SH. Berdasarkan akte notaris tertanggal 17 September 1997, Bambang mulai memperkenalkan KOS. Sebelumnya, selama 2 tahun (1995-1997), alumnus Fakultas Hukum Universitas Kristen Cipta Wacana Malang ini, keliling ke Timur Tengah &emdash;di antaranya Suriah, Damaskus, Mesir, Yordan, Libanon, Palestina, dan Israel&emdash; untuk
mempelajari pola-pola ajaran KOS. Karena di Indonesia belum mempunyai gereja, kerapkali pengajian-pengajian jamaah KOS ini dilakukan di hotel: di Jakarta, Surabaya, maupun Malang. Sebab itu pula keberadaan KOS di Indonesia masih berbentuk lembaga studi dengan nama `Studia Syriaca
Ortodoxia` berpusat di Malang, Jawa Timur.

Pemimpin tertinggi KOS adalah Patriakh, yang sekarang dipegang oleh Patriakh Mar Ignatius Zakka I Iwas di Suriah. Berdasarkan Konstitusi 1991, KOS terdiri atas 20 keuskupan yang tersebar di seluruh dunia. Dibawah uskup ada abuna (pemimpin). KOS di Indonesia belum sampai ke tingkat abuna, karena belum mempunyai gereja. Yang ada, kata Bambang,
baru sebatas Syekhul Injil (penginjil). Itu sebabnya, untuk menjadi penganut KOS di Indonesia terlebih dulu dilakukan proses pembaptisan oleh Abuna Abraham Oo Men di Singapura.



Ps: nak tau lebih lanjut... baca la Al Islam (januari 2005)











 
JJJJJJJJJJ

JJJJJJJJJJ

BERITA

Utusan petani

Berita dari patani

Anak patani

Teras melayu

Yahoo

Hotmail

Yenta4

Mthai

Muslimthai

Thaiislamic

ไทยรัฐ - ผู้จัดการ - มติชน - เดลินิวส์ - ข่าวสด - ไทยโพสต์ - แนวหน้า - กรุงเทพธุรกิจ - คม ชัด ลึก - สยามรัฐ - บ้านเมือง - ฐานเศรษฐกิจ - เสรีรายวัน - โลกวันนี้ - สำนักข่าวไทย - กรมประชาสัมพันธ์ - บางกอกโพสต์ - โพสต์ทูเดย์ - เนชั่น - บิสิเนสไทย - กระแสหุ้น - INN - ประชาชาติธุรกิจ - บีอีซี - พิมพ์ไทย-ซิงหว่า - พิมพ์ไทย - สยามธุรกิจ - ไทยทาวน์ยูเอสเอ

JJJJJJJJJJ

SOFTWARE

Download

Thaiload

Todayload

Crackfind

JJJJJJJJJJ

NASYID

Nasyid.com

Nasyidonline

FNI.nasyid.com

Alveoli.nasyid.com

BPMSingers.nasyid.com

FarEast.nasyid.com

Haikal.nasyid.com

Nanda.nasyid.com

Saff-One.nasyid.com

SufLife.nasyid.com

Almizan.nasyid.com

JJJJJJJJJJ

บทความทั่วไป
ครอบครัว
เยาวชน
มุสลิมะฮ์
วาไรตี้
หะลาล
เทคโนโลยี
การศึกษา
การเงิน
การเมือง
การแพทย์
เพศศึกษา
วิทยาศาสตร์
มองโลก .ราชันย์
ร้านอาหารมุสลิม
เสื้อผ้ามุสลิมะฮ์

JJJJJJJJJJ

บทความศาสนา
อัลกุรอานุ้ลกะรีม
อัลหะดิษและซุนนะฮ์
คุตบะฮฺวันศุกร์
รอมฏอนกะรีม
สาระธรรมอิสลาม
ศาสดามุฮัมมัด
ไขปัญหาศาสนา
ศีลธรรมและมารยาท
มุสลิมกับวันต่างๆ
มัซฮับและขบวนการ
ประวัติศาสตร์-อารยธรรม
อุละมาอ์และนักต่อสู้
ศาสนาเปรียบเทียบ
ยิวและไซออนิสต์
อิสลามในไทย

JJJJJJJJJJ

เพื่อความเข้าใจอิสลาม
อิสลามเบื้องต้น
ทำไมข้าพเจ้าถึงรับอิสลาม
เพื่อความเข้าใจที่ถูกต้อง

JJJJJJJJJJ

สถาบันการศึกษา:
วิทยาลัยอิสลามฯ ..
วิทยาลัยอิสลามยะลา
ท่าอิฐศึกษา
ดารุสลาม
สายบุรีวิทยา
อาลาวียะห์วิทยา
อาซิซสถานอัตตัรกียะห์
อิสลามสันติชน
อิสลามศรีอยุธยา
พัฒนาวิทยา

JJJJJJJJJJ

ชมรมมุสลิม:
.เกษตรศาสตร์
พระจอมเกล้าพระนครเหนือ
.ทักษิณ สงขลา
..หาดใหญ่
นักเรียนสันติชน
ศิษย์เก่าธรรมวิทยาฯ

JJJJJJJJJJ